Trump Larang Oman Ikut Campur Urusan Hormuz
Trump Larang Oman Ikut Campur Urusan Hormuz | JAKARTA – Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Oman kini berada di titik nadir setelah Presiden Donald Trump melontarkan ancaman penggunaan opsi militer. Gedung Putih secara tegas memperingatkan Muscat agar tidak terlibat dalam upaya Iran untuk memperketat kendali atas Selat Hormuz, salah satu koridor maritim paling strategis di dunia.
Pernyataan ofensif tersebut disampaikan oleh Trump dalam sesi tanya jawab dengan awak media saat memimpin rapat kabinet di Washington. Awak media awalnya meminta tanggapan presiden terkait potensi adanya kesepakatan jangka pendek yang melibatkan Iran dan Oman dalam mengatur arus pelayaran di selat tersebut. Kawasan perairan ini menjadi perhatian utama global karena menampung lebih dari 20 persen lalu lintas perdagangan minyak bumi dunia.
Merespons pertanyaan itu, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan hukum internasional di perairan tersebut didekte oleh kekuatan regional mana pun.
“Tidak ada satu negara pun yang boleh menguasainya. Kawasan tersebut adalah perairan internasional. Oman harus bersikap layaknya negara lain pada umumnya, atau kita terpaksa mengambil tindakan ekstrem dengan meledakkan mereka,” ujar Trump.
Validasi Transkrip Menepis Dugaan “Salah Ucap”

Sesaat setelah pernyataan itu menyebar, muncul perdebatan di kalangan pengamat luar negeri yang menduga bahwa Trump mungkin salah menyebut nama negara dan bermaksud merujuk pada Iran. Kekeliruan verbal semacam ini dianggap masuk akal mengingat Oman dikenal sebagai negara yang menganut prinsip politik luar negeri netral dan tidak pernah berkonfrontasi dengan Barat.
Kendati demikian, spekulasi salah ucap tersebut langsung patah. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat justru merilis transkrip resmi dialog rapat kabinet tersebut ke media sosial tanpa mengubah kata “Oman”. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Washington memang sengaja mengirimkan pesan peringatan langsung ke Muscat.
Ketegangan ini tergolong tidak biasa karena AS dan Oman sejatinya merupakan sekutu dekat dengan rekam jejak kemitraan yang membentang lebih dari dua abad. Kedua belah pihak terikat dalam berbagai kerja sama strategis, mulai dari aliansi keamanan, kesepakatan perdagangan bebas, hingga kemitraan di sektor sains dan teknologi. Selama ini, Muscat bahkan sering menjadi fasilitator dan mediator netral untuk meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran.
Respons Publik dan Gugatan Hukum Internasional
Pendekatan diplomasi koersif yang ditunjukkan oleh Trump langsung memicu gelombang kritik tajam dari para aktivis kemanusiaan dan pakar hukum internasional. Banyak pihak menilai retorika tersebut terlalu sembrono dan mencederai tata krama diplomasi modern.
Raed Jarrar, Direktur Advokasi di lembaga hak asasi manusia DAWN (Democracy for the Arab World Now) yang berbasis di AS, mengkritik keras sikap Trump dan menyamakannya dengan pola intimidasi kelompok kriminal.
“Piagam PBB secara mutlak melarang segala bentuk ancaman kekerasan terhadap kedaulatan negara lain. Aturan internasional ini mengikat seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat tanpa pengecualian,” tutur Jarrar dalam wawancaranya dengan Al Jazeera.
Jarrar menilai sangat ironis jika sebuah negara diancam akan diserang hanya karena wilayah lautnya berada di sepanjang koridor logistik energi global yang ingin dikuasai sepihak oleh Washington. Menurutnya, intimidasi ini menjadi bukti bahwa komitmen perdamaian atau opsi gencatan senjata yang ditawarkan pemerintahan saat ini sangat labil dan mudah berubah.
Latar Belakang Krisis Energi di Selat Hormuz
Ketegangan di jalur laut ini merupakan imbas dari konflik bersenjata yang pecah pada 28 Februari lalu, ketika Amerika Serikat dan Israel meluncurkan operasi militer ke Iran. Sebagai langkah balasan, Teheran memblokade Selat Hormuz dan menegaskan kedaulatan penuh atas jalur tersebut.
Langkah sepihak ini berdampak besar pada stabilitas ekonomi global karena Selat Hormuz merupakan rute utama distribusi komoditas energi hingga pupuk sektor pertanian. Secara geografis, koridor pelayaran internasional ini memang melintasi perairan teritorial milik Iran dan Oman.
Eskalasi terbaru ini dipicu oleh laporan televisi nasional Iran yang menyebut adanya draf nota kesepahaman (MoU) antara Teheran dan Muscat untuk mengelola selat tersebut secara bersama-sama. Walaupun Gedung Putih langsung membantah laporan tersebut dan menyebutnya sebagai informasi palsu, ancaman militer yang terlanjur dilontarkan Trump kini membayangi masa depan stabilitas keamanan di Teluk Arab.
Hubungan Indonesia-Prancis Menguat Lewat Kunjungan Prabowo
Hubungan Indonesia-Prancis Menguat Lewat Kunjungan Prabowo | JAKARTA – Atmosfer kebersamaan dan religiusitas terasa kental di tengah komunitas Indonesia di Eropa saat merayakan Hari Raya Kurban. Di sela-sela agenda kunjungan kerja internasional yang padat, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyempatkan diri untuk berbaur dengan ratusan warga negara Indonesia (WNI) guna menunaikan ibadah salat Idul Adha 1447 Hijriah. Kegiatan keagamaan yang berlangsung hangat ini dilaksanakan di Wisma Indonesia, Paris, Prancis, pada Kamis (27/5/2026) pagi waktu setempat.
Berdasarkan publikasi resmi dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Kepala Negara tiba di lokasi acara sekitar pukul 08.40 waktu setempat. Dengan mengenakan busana formal yang rapi, Presiden Prabowo langsung menuju barisan saf terdepan. Beliau tampak khusyuk bersama jemaah lainnya melantunkan gema takbir yang bersahut-sahutan, menandai dimulainya rangkaian ibadah hari raya di negeri orang.
Pada kesempatan ibadah di luar negeri kali ini, Presiden tampak didampingi oleh putranya, Didit Hediprasetyo. Sejumlah pejabat teras dari Kabinet Merah Putih juga terlihat ikut serta dalam barisan jemaah. Di antaranya adalah Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Penanaman Modal (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya. Kehadiran para tokoh penting ini menambah kesakralan acara yang juga dihadiri oleh unsur mahasiswa, pekerja imigran, hingga keluarga besar kedutaan.
Pesan Pengorbanan dan Persatuan Kaum Perantau

Pihak panitia mendaulat Ustaz Fakhruddin Arrozi untuk bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam salat berjemaah tersebut. Fakhruddin sendiri merupakan seorang akademisi yang saat ini aktif mengajar sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Lamongan, serta memegang gelar master dari Universitas Islam Internasional Islamabad, Pakistan.
Dalam isi khotbahnya yang disampaikan secara lugas, Fakhruddin menjelaskan bahwa perayaan Idul Adha mengusung dua nilai esensial yang saling berkaitan, yakni aspek ketuhanan (spiritual) dan aspek kemanusiaan (sosial). Ia menitipkan pesan mendalam bagi komunitas diaspora agar memanfaatkan momen Idul Kurban ini untuk memperkokoh prinsip keislaman, menjaga keutuhan rumah tangga, serta mempererat tali persaudaraan antarsesama anak bangsa di perantauan.
“Kita tidak diminta untuk mengorbankan anak-anak kita seperti kisah Nabi Ibrahim AS, melainkan kita dituntut untuk mengikis ego pribadi demi mematuhi segala perintah Allah SWT,” ucap Fakhruddin di hadapan jemaah yang mendengarkan dengan saksama.
Begitu seluruh prosesi ibadah dan khotbah selesai, suasana formal kedinasan langsung mencair menjadi acara silaturahmi yang penuh kehangatan. Presiden Prabowo meluangkan waktu cukup lama untuk menyapa, bersalaman, dan mengobrol ringan dengan para warga. Agenda kebersamaan ini kemudian dipungkasi dengan sesi ramah tamah dan makan bersama, di mana aneka kuliner tradisional nusantara dihidangkan guna mengobati rasa rindu para perantau terhadap atmosfer tanah air.
Misi Diplomasi Strategis Jakarta-Paris
Keberadaan Presiden Prabowo di ibu kota Prancis ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan resmi kenegaraan (state visit) atas undangan langsung dari Presiden Emmanuel Macron. Rombongan kepresidenan dari Jakarta sebelumnya telah mendarat di Bandara Orly, Paris, pada Selasa (26/5) sekitar pukul 10.00 waktu setempat, yang menjadi titik awal dimulainya misi diplomasi ini.
Seskab Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa agenda pertemuan bilateral tingkat tinggi antara kedua kepala negara ini sebenarnya sudah digagas sejak tahun lalu. Namun, karena adanya dinamika penyelarasan jadwal protokoler yang cukup padat dari kedua belah pihak, kunjungan ini baru bisa diwujudkan pada akhir Mei tahun ini.
Teddy menggarisbawahi bahwa Prancis memegang peranan sebagai salah satu mitra ekonomi, teknologi, dan pertahanan yang sangat krusial bagi Indonesia di kawasan Uni Eropa. Pertemuan bilateral ini diharapkan mampu menelurkan berbagai kesepakatan baru yang konkret demi mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Saat ini, Indonesia memiliki banyak program kerja sama super strategis dengan Prancis. Melalui kunjungan resmi ini, pemerintah berharap dapat semakin memperkuat posisi tawar serta pengaruh geopolitik Indonesia di kawasan Eropa, khususnya di Prancis,” tutur Teddy mengakhiri keterangannya.
Rupiah Hari Ini Anjlok ke Rp17.660, Cetak Rekor Terendah!
Rupiah Hari Ini Anjlok ke Rp17.660, Cetak Rekor Terendah! | JAKARTA — Gejolak besar melanda pasar keuangan dalam negeri pada sesi pembukaan perdagangan awal pekan ini. Nilai tukar rupiah dilaporkan tak berdaya menahan gempuran dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (18/5/2026). Mata uang Garuda terhempas ke zona merah yang cukup dalam, sekaligus menorehkan sejarah baru sebagai level terlemah sepanjang masa (all-time low) secara intraday di pasar spot.
Data terkini yang dirilis oleh Refinitiv menunjukkan bahwa mata uang Indonesia sempat melorot hingga menyentuh posisi Rp17.660 per dolar AS. Depresiasi yang terjadi terbilang sangat tajam, yakni mencapai kisaran 1,15% dari posisi penutupan pasar pada akhir pekan lalu.
Kejatuhan ini memperpanjang catatan kelam pergerakan rupiah yang terus berada di bawah tekanan dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah pengamat makroekonomi menilai, kemerosotan ini merupakan dampak akumulatif dari bertemunya berbagai risiko eksternal dan domestik, yang secara simultan menekan stabilitas moneter nasional.
Terjepit di Antara Sentimen Global dan Domestik

Keperkasaan indeks dolar AS di pasar internasional masih menjadi faktor utama yang mendikte kelemahan mata uang negara-negara berkembang (emerging markets). Akibat tingginya ketidakpastian geopolitik di tingkat global, para pengelola dana kakap memilih bermain aman dengan menarik modal mereka dari pasar berisiko. Dana-dana tersebut kemudian dialihkan ke instrumen safe haven berbasis dolar AS, yang memicu fenomena penarikan modal asing (capital outflow) dari dalam negeri.
Namun, rapuhnya pertahanan rupiah kali ini juga disokong oleh sentimen negatif dari dalam negeri sendiri. Kalangan investor dilaporkan mulai meragukan kualitas pertumbuhan ekonomi nasional yang dihadapkan pada berbagai tantangan struktural.
Selain itu, pasar juga tengah mencermati arah kebijakan fiskal pemerintah ke depan. Adanya kekhawatiran terkait pengelolaan anggaran belanja negara membuat para pelaku pasar global memilih bersikap defensif dan mengurangi eksposur aset mereka di Indonesia.
Eksodus Dana Asing Dipicu Evaluasi Indeks MSCI
Faktor spesifik yang menjadi pemicu utama ambruknya rupiah pada perdagangan hari ini adalah pengumuman hasil tinjauan berkala dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk periode Mei 2026. Dalam keputusan teranyarnya, lembaga indeks global tersebut resmi mendepak enam saham emiten papan atas asal Indonesia dari daftar Global Standard Index.
Kebijakan rebalancing ini direspons secara negatif oleh pasar karena berdampak langsung pada pemangkasan bobot (weighting) investasi Indonesia di panggung pasar berkembang dunia.
Radhika Rao, ekonom senior dari DBS, dalam risetnya yang bertajuk “Indonesia markets: MSCI rebalances index, slippery rupiah”, memproyeksikan bahwa porsi Indonesia di indeks MSCI akan menyusut ke kisaran 0,5% hingga 0,6%, turun drastis dari posisi sebelumnya yang sempat mendekati angka 0,8%.
“Penyusutan porsi Indonesia di dalam indeks global ini otomatis memaksa para manajer investasi dunia untuk melakukan penyesuaian ulang terhadap portofolio mereka. Proses penataan ini berpotensi memicu tambahan arus modal keluar asing dalam skala yang moderat,” urai Radhika Rao dalam laporan riset tersebut.
Ketika para investor institusional global serentak melepas kepemilikan saham mereka demi mengikuti komposisi indeks yang baru, permintaan terhadap dolar AS untuk keperluan repatriasi dana langsung melonjak tajam. Tingginya permintaan valas di tengah ketersediaan pasokan yang terbatas inilah yang menjadi biang kerok utama amblesnya rupiah ke rekor terendah.
Menanti Langkah Taktis Otoritas Moneter
Melihat pergerakan nilai tukar yang kian liar, perhatian pelaku pasar kini sepenuhnya tertuju pada strategi penyelamatan dari otoritas moneter. Bank Indonesia (BI) diharapkan segera turun ke pasar secara agresif untuk mengikis volatilitas tinggi yang terjadi saat ini.
Langkah taktis seperti triple intervention—baik melalui pasar spot, pasar domestik Non-Deliverable Forward (DNDF), maupun pembelian Surat Berharga Negara (SBN)—menjadi instrumen krusial yang dinantikan untuk meredam gejolak. Di sisi lain, transparansi komunikasi dari pemerintah terkait kredibilitas kebijakan fiskal juga sangat dibutuhkan demi mengembalikan kepercayaan para investor jangka panjang terhadap fundamental ekonomi Indonesia.
Membaca Narasi Perjuangan dari Gang Sempit Aljir
Membaca Narasi Perjuangan dari Gang Sempit Aljir | ALJIR – Ada sebuah kekuatan yang tak kasat mata saat kita melangkahkan kaki di kawasan The Casbah, Aljir. Kawasan ini bukan sekadar pemukiman tua yang padat; ia adalah sebuah biografi terbuka tentang keteguhan bangsa Aljazair. Di balik dinding-dinding putihnya yang mulai mengelupas, tersimpan memori kolektif mengenai perlawanan panjang untuk meruntuhkan dominasi kolonial Prancis yang telah mencengkeram selama 132 tahun.
Pada Jumat (15/5/2026), puluhan koresponden media internasional berkesempatan membedah keunikan wilayah ini sebagai bagian dari agenda 25th International Tourism and Travel Fair (SITEV). Eksplorasi ini menjadi penting karena Kasbah bukan sekadar objek foto, melainkan jantung dari identitas nasional Aljazair yang terbentuk sejak tahun 944 Masehi.
Labirin Sebagai Perisai Rakyat

Karakter utama dari Kasbah adalah tata ruangnya yang tidak lazim bagi masyarakat modern. Dibangun dengan gaya arsitektur Moor-Arab, rumah-rumah di sini berdiri berdesakan, menciptakan lorong-lorong serupa urat nadi yang berkelok dan menyesatkan. Karena medannya yang berupa tanjakan dan turunan tajam, kawasan ini mutlak hanya bisa dijelajahi dengan berjalan kaki, memberikan pengalaman yang intim sekaligus melelahkan bagi siapa pun yang menyusurinya.
Namun, di balik estetika kuno tersebut, Kasbah memegang peran vital sebagai “benteng alamiah”. Pada masa perang kemerdekaan (1954–1962), struktur labirin ini menjadi keuntungan strategis bagi para gerilyawan Front de Libération Nationale (FLN). Bagi tentara Prancis yang terbiasa dengan medan perang terbuka, gang-gang sempit Kasbah adalah jebakan mematikan.
Di sini, para pejuang FLN membangun jaringan komunikasi rahasia, menggunakan atap-atap rumah sebagai jalur pelarian, dan menjadikan rumah penduduk sebagai markas komando yang sulit ditembus. Taktik gerilya kota ini terbukti sangat efektif dalam menguras energi dan moral pasukan kolonial. Kemerdekaan yang akhirnya diproklamasikan pada 5 Juli 1962 merupakan buah manis dari strategi yang dirajut di dalam kelokan labirin ini.
Jejak Kekuasaan: Dari Ottoman hingga Katedral Romawi
Perjalanan menyusuri sejarah Aljir tidak berhenti di gang-gang pemukiman. Untuk memahami kedaulatan kota ini, para pengunjung harus mendaki hingga ke titik puncak di mana Benteng Aljir berdiri. Didirikan pada tahun 1516, benteng pertahanan ini merupakan peninggalan militer paling signifikan dari masa pemerintahan Ottoman. Struktur temboknya yang masif tetap berdiri tegak, menjadi saksi bisu peralihan kekuasaan dari kekaisaran Islam menuju era pendudukan Eropa hingga akhirnya kembali ke pangkuan rakyat Aljazair.
Sebagai kontras dari dominasi arsitektur Arab, Kota Aljir juga menyimpan warisan kolonial yang megah melalui Katedral Notre Dame d’Afrique. Dibangun pada periode 1858-1872, rumah ibadah bergaya Romawi ini berdiri gagah menghadap langsung ke perairan Mediterania. Keberadaan katedral ini mencerminkan kompleksitas sejarah Aljazair—sebuah negara yang pernah mengalami persinggungan budaya yang intens selama masa penjajahan, namun tetap berhasil menjaga kedaulatannya di kemudian hari.
Masa Depan Pariwisata: Menjual Narasi Sejarah
Partisipasi jurnalis mancanegara dalam kegiatan SITEV 2026 ini merupakan langkah strategis Pemerintah Aljazair untuk mentransformasi citra mereka di mata dunia. Aljazair ingin membuktikan bahwa pariwisata mereka tidak hanya sebatas pemandangan alam, tetapi juga pengalaman sejarah yang mendalam.
Rute perjalanan ini tidak hanya berhenti di Aljir, melainkan merambah ke kota-kota lain seperti Oran, Tlemcen, Annaba, hingga situs arkeologi Tipaza yang legendaris. Melalui promosi ini, Aljazair berupaya menunjukkan bahwa mereka adalah rumah bagi situs-situs warisan dunia yang tetap hidup dan dihuni, bukan sekadar puing-puing mati.
Menyusuri The Casbah saat ini adalah tentang merayakan kebebasan. Di tengah keriuhan pedagang dan keseharian warga lokal, pengunjung diajak untuk merenung: bahwa kemerdekaan sering kali tidak lahir dari medan perang yang luas, melainkan dari gang-gang kecil yang sempit, di mana keberanian dan tekad berkumpul untuk mengubah sejarah sebuah bangsa.
Dinkes DKI Pantau Sebaran Hantavirus di Jakarta Sepanjang 2026
Dinkes DKI Pantau Sebaran Hantavirus di Jakarta Sepanjang 2026 | JAKARTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memperkuat sistem surveilans kesehatan masyarakat menyusul terdeteksinya empat kasus Hantavirus di wilayah ibu kota sejak awal tahun 2026. Meski sebagian besar pasien telah dinyatakan pulih, otoritas kesehatan tetap mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kebersihan lingkungan guna memutus rantai penularan dari hewan pengerat.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menjelaskan bahwa penemuan ini merupakan hasil dari monitoring rutin terhadap berbagai penyakit menular. Dari empat laporan yang masuk, tiga pasien dikonfirmasi hanya mengalami gejala ringan dan kini telah dinyatakan sembuh total oleh tim medis.
“Hingga periode Mei 2026 ini, kami mencatat ada empat kasus. Tiga orang sudah sembuh, sementara satu individu lainnya masih dalam status suspek dan sedang menjalani proses verifikasi laboratorium untuk penegakan diagnosisnya,” ujar Ani saat memberikan keterangan pers di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (11/5/2026).
Menakar Risiko: Transmisi Zoonosis dari Tikus

Ani menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu menyikapi fenomena ini dengan kepanikan yang berlebihan. Berbeda dengan patogen baru yang muncul mendadak, Hantavirus dikategorikan sebagai virus lama yang karakternya sudah dipahami oleh dunia kedokteran. Penyakit ini bersifat zoonosis, yang berarti penularannya bersumber dari hewan ke manusia, bukan penyakit yang umum menular antarindividu.
Penularan Hantavirus di Jakarta secara spesifik berkaitan erat dengan keberadaan tikus. Virus ini dapat berpindah ke tubuh manusia melalui beberapa media kontaminasi, antara lain:
-
Paparan air liur, air seni, atau kotoran tikus yang mencemari permukaan benda di dalam rumah.
-
Partikel debu yang terkontaminasi limbah tikus dan kemudian terhirup oleh manusia saat melakukan aktivitas pembersihan.
-
Interaksi langsung dengan area yang menjadi sarang populasi hewan pengerat.
Terkait kekhawatiran akan penularan dari orang ke orang, Dinkes DKI mengacu pada penjelasan resmi WHO. Sejauh ini, kemampuan transmisi antarmanusia hanya ditemukan pada varian Andes yang ada di Amerika Selatan. “Varian tersebut tidak terdeteksi di Indonesia, sehingga risiko penularan langsung antarmanusia di Jakarta saat ini bisa dikatakan sangat minimal,” tambah Ani.
Protokol Penanganan Pasien Suspek
Mengenai satu pasien yang saat ini masih dalam pantauan, Dinkes DKI menerapkan protokol isolasi sebagai langkah preventif. Pasien tersebut ditempatkan di ruang perawatan khusus guna mendapatkan observasi klinis yang intensif sambil menunggu hasil tes laboratorium resmi.
Langkah isolasi ini diambil berdasarkan prinsip kehati-hatian medis untuk memastikan penanganan yang tepat sasaran bagi setiap penyakit menular, meskipun gejala yang ditunjukkan oleh pasien tersebut sejauh ini tergolong tidak mengkhawatirkan.
Strategi Pencegahan Berbasis Kebersihan Mandiri
Menghadapi tantangan kesehatan ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menekankan bahwa senjata utama melawan Hantavirus adalah perilaku hidup bersih di tingkat rumah tangga. Mengingat tikus merupakan vektor utama, pengendalian populasi hama ini menjadi sangat krusial.
Masyarakat Jakarta diimbau untuk menjalankan langkah-langkah praktis berikut sebagai bentuk perlindungan diri:
-
Penerapan Masker: Sangat dianjurkan memakai masker saat membersihkan sudut-sudut rumah yang berdebu atau area yang jarang tersentuh, seperti loteng dan gudang.
-
Sanitasi Tangan: Rutin mencuci tangan menggunakan sabun setelah beraktivitas di area yang berisiko terpapar kotoran hewan.
-
Pengamanan Pangan: Menyimpan bahan makanan dalam wadah tertutup rapat agar tidak dapat diakses oleh tikus.
-
Menjaga Imunitas: Memperkuat daya tahan tubuh dengan pola makan sehat dan istirahat yang cukup agar tubuh tidak rentan terhadap infeksi virus.
“Yang terpenting adalah waspada tanpa perlu panik. Dengan menjaga pola hidup yang bersih dan sehat, kita bisa meminimalisir risiko terpapar penyakit ini secara signifikan,” tutup Ani.
Dinkes DKI Jakarta memastikan akan terus melakukan pemantauan lapangan dan memberikan edukasi berkelanjutan agar angka kasus tidak mengalami peningkatan di masa mendatang.