Tragedi Maluku: Golkar Kawal Kasus Nus Kei Hingga Tuntas | JAKARTA – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara resmi meminta jajaran aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penikaman yang menewaskan Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Nus Kei. Penegasan ini disampaikan menyusul tragedi berdarah yang menimpa kadernya di wilayah Maluku, yang kini menjadi atensi nasional.
Dalam keterangannya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (20/4/2026), Bahlil menyatakan rasa duka yang mendalam sekaligus mengecam keras tindakan anarkis yang merenggut nyawa Nus Kei. Menurutnya, tindakan kekerasan semacam ini tidak dapat ditoleransi dalam negara hukum, terlebih korbannya merupakan tokoh politik yang aktif berkontribusi di daerah.
Kawal Ketat Melalui Instruksi Sekjen

Guna memastikan penanganan kasus tidak jalan di tempat, Bahlil langsung memberikan instruksi khusus kepada Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji. Ia meminta jajaran kesekjenan untuk turun tangan memantau setiap progres yang dilakukan oleh pihak kepolisian di daerah.
“DPP Golkar, sudah saya meminta kepada Sekjen untuk mendampingi dalam rangka melakukan proses sampai tuntas,” ujar Bahlil kepada para jurnalis.
Upaya pendampingan ini bukan hanya sekadar formalitas organisasi, melainkan bentuk komitmen Partai Golkar dalam memberikan perlindungan hukum bagi kadernya. Bahlil menegaskan bahwa DPP akan terus menekan agar penyelidikan dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tanpa intervensi dari pihak mana pun. Hal ini krusial untuk memastikan bahwa keadilan benar-benar ditegakkan bagi almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.
Menakar Dampak Stabilitas Keamanan di Maluku
Kasus yang menimpa Nus Kei ini dikhawatirkan dapat memicu ketegangan di akar rumput, mengingat sosok korban memiliki pengaruh signifikan di Maluku Tenggara. Oleh karena itu, Bahlil meminta aparat keamanan tidak hanya fokus pada penangkapan pelaku, tetapi juga pada upaya preventif guna menjaga stabilitas kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) di wilayah tersebut.
Sejauh ini, publik masih menunggu rilis resmi mengenai motif di balik penusukan maut tersebut. Spekulasi mengenai latar belakang kejadian—apakah terkait dengan dinamika politik lokal atau murni tindak kriminal umum—terus berkembang. Bahlil mengingatkan semua pihak agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum tervalidasi kebenarannya, sambil menunggu hasil kerja profesional dari kepolisian.
Profesionalisme Polri Diuji
Kecepatan Polri dalam mengungkap pelaku dan aktor intelektual di balik penikaman ini menjadi ujian bagi kredibilitas penegakan hukum di mata masyarakat Maluku. Bahlil menyatakan optimismenya bahwa di bawah kepemimpinan Kapolri, aparat di daerah mampu bekerja cepat dan taktis.
“Kami minta aparat mengusut ini secara tuntas tanpa ada yang ditutup-tutupi. Proses hukum yang adil adalah kunci utama untuk meredam potensi konflik yang lebih luas,” tambah Bahlil.
Di sisi lain, Partai Golkar melalui tim hukumnya juga akan melakukan investigasi internal sebagai data pembanding bagi penyidik. Langkah ini diambil agar tidak ada detail sekecil apa pun yang terlewatkan dalam rekonstruksi perkara nantinya.
Penegasan Terhadap Nilai Demokrasi
Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa tantangan keamanan bagi aktivis politik di daerah masih sangat nyata. Bahlil menekankan bahwa perbedaan pandangan politik atau konflik apa pun seharusnya diselesaikan melalui dialog atau jalur hukum yang tersedia, bukan melalui aksi premanisme atau kekerasan fisik.
Hingga berita ini diturunkan, jenazah Nus Kei telah mendapatkan penanganan semestinya, sementara tim penyidik dari Polda Maluku dilaporkan telah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan memeriksa sejumlah saksi kunci. Partai Golkar berharap dalam waktu singkat, tabir gelap di balik kematian tragis Nus Kei dapat segera terungkap demi tegaknya supremasi hukum di Indonesia.