Home / Inspirasi / Terima Kasih, Maaf, dan Tolong: 3 Kata Ajaib yang Mulai Terabaikan
Foto: Ueslifecoach

Terima Kasih, Maaf, dan Tolong: 3 Kata Ajaib yang Mulai Terabaikan

Masih ingatkah Anda dengan pelajaran IPS tak kala duduk dibangku SD? Dalam salah satu bahasannya dijelaskan bahwa manusia itu adalah makhluk sosial. Manusia tidak bisa hidup sendiri, ia membutuhkan tangan orang lain antara satu dan lainnya.

Bahkan untuk baju yang saat ini Anda pakai, berapa banyak orang yang terlibat didalamnya?

Dimulai petani kapas, pengepul, pedagang pupuk, buruh pemetik, pabrik benang, pabrik kain, penjahit baju, toko baju, hingga akhirnya baju itu sampai di tangan Anda. Banyak tangan-tangan lain yang berperan di dalamnya.

Karena manusia itu makhluk yang tak mampu berdiri sendiri dengan kedua tangannya, disanalah ia disebut makhluk sosial.

Dalam tahap sosial inilah, manusia memerlukan adab dalam bersikap dan berperilaku. Saling tenggang rasa adalah salah satu sifat yang Anda pelajari dalam pembelajaran PKn. Bukan sebatas pelajaran, namun sebagai panutan dalam kehidupan sesungguhnya.

Sayangnya, dewasa ini sudah mulai terkikis sifat-sifat ajaib yang membuat hati manusia terpaut satu dan lainnya. Bahkan jarang ditemui kata-kata ajaib yang menyejukan hati, yang sering terlihat hanya gunjingan dan saling memaki yang menghiasai pendengaran.

Padahal jika kata-kata ‘ajaib’ tersebut dibiasakan, maka akan tercipta tali cinta yang indah antara manusia. Lalu, apa sajakah tiga kata ‘ajaib’ yang mulai terkikis itu?

Terima Kasih

Sepele, namun bermakna. Karena hal-hal istimewa akan tercipta dari hal-hal kecil yang mungkin tak kita sadari. Termasuk kebiasaan mengucapkan ‘terima kasih’. Mengucapkan terima kasih kepada sopir angkot yang telah mengantar Anda, terima kasih kepada penjual bubur depan gang yang telah menyediakan sarapan Anda, terima kasih kepada penjual pulsa yang telah membuat komunikasi Anda lancar.

Sepele, namun jika Anda mengucapkannya dengan sepenuh hati tentulah akan membuat si penerima ucapan ‘terima kasih’ itu menjadi lebih dihargai atas peran dan jasanya.

Sepele, ‘terima kasih’ adalah salah satu pengembangan dari rasa syukur Anda kepada Allah atas segala nikmat yang Ia karunikan setiap detiknya.

Jika kata itu sudah hilang dari kamus Anda, maka berkacalah, lihatlah, apakah masih ada secuil rasa syukur yang tersisa dalam relung hati terdalam Anda?.

Maaf

Terlihat mudah, namun sebagian orang terasa kelu untuk berucap satu kata ini. Kata ‘maaf’ merupakan salah satu perujudan penyesalan atau kesalahan. Dan jika Anda sudah melupakannya, maka periksalah sebesar apa ego yang menggerogoti hati Anda hingga tak mampu lali membiasakannya.

Maaf sendiri sebagai salah satu perwujudan untuk memperbaiki kesalahan yang Anda lakukan. Jika kata ‘maaf’ tak mampu terucap, lalu bagaimana perbaikan diri Anda akan berkembang?

Tolong

“Maaf, bisa tolong ambilkan buku itu?”

“Ambilkan buku itu dong!”

Dua kalimat berisi hal yang sama, namun memberikan kesan yang berbeda dalam penyampaiannya. Dengan mengaalinya dengan tolong, maka Anda seakan memberikan penghargaan atas waktu orang yang Anda minta tolong.

Terlihat sederhana, namun ketiga kata ‘ajaib’ tersebut dapat berpengaruh besar terhadap kehidupan. Terlihat mudah, namun banyak orang yang tak menggunakannya. Itulah tiga kata ‘ajaib’ Terimakasih, Maaf dan Tolong yang kini mulai terkikis ego manusia yang menggunung. []

 

Cek Juga

Ingin Pernikahan Awet? Biasakanlah Gunakan Dua Kata Ini

Penelitian tersebut dilakukan pada 468 pasangan yang diwawancara tentang pandangan serta cara mereka dalam menghadapi persoalan selama hubungan pernikahan.