Meniru Tukang Parkir

Advertisements

[dropcap]K[/dropcap]endaraannya banyak dan berbagai macam, tapi tidak sombong.

Kendaraannya diambil orang satu persatu sampai habis, tapi tidak marah.

Kenapa?

Karena tidak memiliki.

Walau tidak memiliki dan hanya titipan saja akan tetapi tukang parkir menjaganya dengan baik.

Demikianlah hendaknya kita di bersikap dunia ini.

Pada hakikatnya kita tidak memiliki apapun, karena semua yang ada pada kita hanyalah titipan, oleh sebab itu jangan pernah memasukkan materi duniawi atau apapun yang kita miliki ke dalam hati, cukup di tangan saja.

Materi duniawi bertambah atau berkurang, hati tidak terpengaruh. Semuanya pergi satu persatu sampai habis, hati juga tidak terpengaruh. Hati hanya bergantung dan fokus kepada Allah. Itulah hakikat tauhid.

Tugas kita adalah menjaga, merawat dan memanfaatkan materi duniawi dan semua nikmat yang Allah anugerahkan kepada kita dengan benar dan baik, untuk ketaatan dan mendekatkan diri kepadaNya dan bukan disalahgunakan.

Advertisements

Di antara petuah Sahabat Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu adalah:
“Tiadalah seorangpun di dunia ini melainkan sebagai tamu dan hartanya adalah titipan. Tamu pasti pergi dan titipan pasti dikembalikan”.

Sungguh nasehat indah lagi bijak. Kita pasti pergi meninggalkan dunia ini dan harta kita pasti kita tinggal dan kembali kepada pemiliknya.

Hamba Allah yang selalu berharap petunjuk, ampunan dan kasih sayangNya, juga selalu berdoa dan berharap mati husnul khotimah diatas Islam dan Sunnah. []

Sumber: kajianislam.net 

Advertisements
Meniru Tukang Parkir | Rosiyana | 4.5