Home / Berita / Kisah Pedagang Sayur: Harga Cabai Naik, Ibu-ibu Sedikit Beli Cabai

Kisah Pedagang Sayur: Harga Cabai Naik, Ibu-ibu Sedikit Beli Cabai

“Sayur, sayur bu.” Anda pasti akrab dengan teriakan ini setiap pagi. Ya, teriakan yang biasa digunakan pedagang sayur keliling. Pak Endar. Adalah salah satu pria yang hampir setiap pagi meneriakkan kalimat tersebut.

Bermodalkan sepeda motor dan gerobak yang dirancang khusus, pak Endar berkeliling komplek untuk menjajakan barang dagangannya yang berupa sayur mayur.

Pria lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) ini, mengawali jualan sayur setahun lalu. “Satu tahun lalu saya mulai dagang sayur, sebelumnya saya kerja di pabrik tapi karena gaji yang kecil saya memutuskan untuk keluar dan memulai dagang saya ini,” ujarnya seperti dikutip vemale.com, Senin (09/01/2017).

Walau penghasilannya tak begitu banyak, pria 28 tahun ini sudah mampu menghidupi istri dan satu anaknya.

“Sehari bisa dapat 140ribu total bersih dari berdagang sayur, yah lumayan untuk hidup sehari-hari,” tambahnya.

Seperti yang kita ketahui, sayuran adalah bahan pokok yang mudah sekali layu, inilah kesulitan pak Endar jika dagangannya tidak laku semua.

“Biasanya sayur-sayur yang sudah tidak segar lagi saya sedekahin, atau kalau sudah busuk yah dibuang. Tapi alhamdulilah belum pernah merugi,” tuturnya.

Saat harga kebutuhan pokoknya melonjak tinggi seperti cabai yang saat ini sangat mahal membuat penghasilan Pak Endar pun menurun.

“(Harga) cabai naik sekarang, pengaruh banget sama penghasilan. Ibu-ibu jadi nggak beli cabai karena harganya yang mahal, atau kalau beli pun hanya sedikit. Padahal cabai bahan yang sering digunakan untuk memasak,” pungkasnya. []

Cek Juga

Kocak, Wajah Takut Pesumo saat Akan Disuntik ini Buat Heboh

Foto-foto yang tersebar tersebut sukses menjadi viral di media sosial twitter.