Home / Tahukah Anda / Jessica Wongso, Sosok di Balik Kopi Sianida
foto: bisnisjakarta.co.id

Jessica Wongso, Sosok di Balik Kopi Sianida

Ada satu acara televisi sekarang ini juga banyak menyedot pemirsa Indonesia. Selain sinetron-sinetron dan acara musik, sidang peradilan Jessoca Wongso tak kalah pula dipantau oleh masyarakat negeri ini.

Adalah  kasus Wayan Mirna Salihin (27) yang meninggal usai meminum kopi yang mengandung sianida di Kafe Olivier, Grand Indonesia. Jessica Wongso adalah teman lama Wayan Mirna Salihin yang pernah satu kampus ketika keduanya sama-sama kuliah di Australia.

Nah, siapa Jessica?

Jessica merupakan seorang lulusan desain grafis. Putri dari pasangan Imelda Wongso dan Winardi Wongso ini mulai menetap di Australia sejak tahun 2008.

Selama tinggal di Australia, Jessica jarang pulang ke Indonesia. Sebab, kedua orangtua Jessica juga sudah menetap di Australia sejak 2005. Jessica pulang ke Indonesia untuk mencari pekerjaan di Indonesia. Setelah lulus kuliah, Jessica sempat magang dan kerja freelance di Australia.
Baca Juga :

Di mata keluarganya, Jessica adalah sosok anak yang baik. Sebagai anak bungsu, Jessica juga dikenal manja dengan kedua orangtuanya.

Jessica memiliki hubungan pertemanan dengan Mirna selama di Australia karena sama-sama berasal dari Indonesia. Setelah lama tidak bertemu dan Jessica memutuskan untuk mengadu nasib di Indonesia, ia kemudian mengontak Mirna.

Setibanya di Jakarta, Jessica dan Mirna kemudian saling janjian untuk bertemu. Namun karena kesibukan masing-masing, rencana pertemuan selalu gagal.

Hingga akhirnya, sekitar tanggal 12 Desember 2015 lalu, Jessica bertemu dengan Mirna. Mirna saat itu tidak sendiri, melainkan bersama suaminya Arief Sumarko. Mereka bertiga bertemu di sebuah restoran. Baru saat itu Jessica tahu bahwa Mirna sudah menikah.

Jessica menjadi saksi kematian Mirna, karena ia berada di lokasi kejadian saat Mirna meminum es kopi Vietnam, yang diduga mengandung racun sianida. ()

Cek Juga

Inilah Tips Rumah Aman Dunia Akhirat

Segala upaya manusia hanya sebatas ikhtiar, sementara keputusan takdir ada di sisi Allah SWT.