Inilah Tahapan Mendidik Anak Ala Rasulullah SAW

In Tahukah Anda
Advertisements

Banyak orangtua yang ingin memiliki anak cerdas, membanggakan, sholeh dan sholehah. Namun, terkadang keinginan dan upaya yang dilakukan sering kali belum selaras. Orangtua lebih mengandalkan guru ataupun tempat les untuk mencerdaskan anak-anaknya. Padahal kunci utama untuk memiliki anak yang berperilaku baik justru tempatnya itu di rumah, ketika bersama orang tua.

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar,” (QS. An-Nisaa’ :9).

Oleh karena itu, orangtua perlu mengetahui bagaimana tahapan mendidik anak sesuai dengan usianya. Berikut tahapan cara mendidik anak, yang InsyaAllah dapat menjadikan anak berperilaku baik dan benar, baik secara intelektual maupun emosional, yakni:

1. Mendidik anak usia 0 hingga 6 tahun: Perlakukan anak sebagai raja
Anak usia 0-6 tahun merupakan usia emas atau golden age. Rasulullah SAW menganjurkan untuk senantiasa berlemah lembut terhadap anak yang masih berusia 0 hingga 6 tahun. Memanjakan, memberikan kasih sayang, merawat dengan baik dan membangun kedekatan dengan anak merupakan pola mendidik yang baik.

Advertisements

Zona merah: Jangan marah-marah. Jangan banyak larangan, jangan rusak jaringan otak anak, pahami bahwa anak masih kecil dan yang berkembang adalah otak kanannya.
2. Mendidik anak usia 7 hingga 14 tahun: Perlakukan anak sebagai tawanan perang/ pembantu

“Perintahkan anak-anakmu untuk shalat saat mereka telah berusia 7 tahun, dan pukullah mereka jika meninggalkannya ketika mereka berusia 10 tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka,” (HR. Abu Dawud).

Perkenalkanlah anak dengan tanggung jawab dan kedisiplinan pada usia ini. Kita bisa melatihnya mulai dari memisahkan tempat tidurnya dan mendirikan shalat lima waktu.

Zona kuning: Zona hati-hati dan waspada. Latih anak mandiri mengurus dirinya sendiri. Misalnya cuci piring, cuci baju dan menyetrika. Pelajaran mandiri ini akan bermanfaat banyak di masa depannya, untuk kecerdasan emosionalnya.

3. Mendidik anak usia 15 hingga 21 tahun: Perlakukan anak seperti sahabat
Anak pada usia ini adalah usia dimana anak akan cenderung memberontak. Oleh karena itu dibutuhkan pendekatan yang baik kepada anak. Fungsinya adalah agar kita bisa meluruskan anak ketika anak berbuat kesalahan, karena kita dekat dengan anak.

Zona hijau: Anak sudah bisa dilepas mandiri dan menjadi duta keluarga. []

Sumber: Ummi Online

Advertisements

You may also read!

Rahasia Wortel Untuk Hilangkan Minyak Diwajah

Rahasia Wortel Untuk Hilangkan Minyak Diwajah

Read More...

Mengharukan, Pasangan Ini Tetap Langsungkan Akad Nikah dalam Keadaan Banjir

Selanjutnya Hendra menceritakan, dalam akadnya, kedua mempelai tetap menggunakan pakaian seperti layaknya orang menikah.

Read More...

Sekolah di Australia Izinkan Siswa Muslim Tak Salaman dengan Lawan Jenis

Siswa muslim yang tidak berkenan bersalaman di sekolah akan menggantinya dengan sikap hormat lainnya.

Read More...

Mobile Sliding Menu

satumedia