Wednesday , August 15 2018
below header
Home / Berita / Nasional / Muslimah Otaku, Bagaimana Dalam Pandangan Islam?

Muslimah Otaku, Bagaimana Dalam Pandangan Islam?

Tidak dapat dipungkiri gelombang budaya Jepang telah menyebar di kalangan remaja indonesia. Jepang dengan anime dan Manga (komik) telah banyak memengaruhi remaja-remaja di Indonesia. Tak terkecuali remaja muslim. Semakin lama remaja-remaja tersebut khususnya muslim menjadi tidak terkendali dengan hobi, dan Otaku-nya.

Syariat islam tak jarang dilanggar karena kesukaannya pada hal-hal tersebut. Banyak remaja yang menjuluki diri sebagai otaku. Otaku (おたく/オタク?) adalah istilah bahasa Jepang yang digunakan untuk menyebut orang yang betul-betul menekuni hobi.

Sejak paruh kedua dekade 1990-an, istilah Otaku mulai dikenal di luar Jepang untuk menyebut penggemar berat subkultur asal Jepang seperti anime dan manga, bahkan ada orang yang menyebut dirinya sebagai Otaku.

Tak hanya menggemari banyak pula muslimah yang terjun menjadi seorang cosplayer. Yaitu orang yang berbusana memerankan salah satu tokoh dalam anime. Demi hobi tersebut banyak muslimah yang menaggalkan hijabnya.

Hal tersebut melatarbelakangi terbentuknya Islamic Otaku Comunity. Yakni komunitas penggemar anime dan kebudayaan jepang yang berusaha tidak melangkahi syariat Islam, dan menjadikan cosplay sebagai ajang dakwah pada otaku lainnya yang masih mengabaikan syariat.

Seperti dikutip dari sebuah tanggapan di laman khusus IOC: “Kalo ada hijab cosplayer yg mau ikut lomba cosplay mah silakan. Asalkan tahu batasan. Jangan nampilin performance yang kira-kira akan mengundang pandangan negatif orang. Mau bagaimana pun, kalian adalah agen muslimah. Harus selalu paham bahwa kalo sesuatu yang kalian sukai bertentangan dengan syariat islam, maka apapun yang terjadi kita harus tunduk dengan syariat atau hukum islam,” ujar admin Kaichou. []

SUMBER: RUANGMUSLIMAH

About madam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

bottom