Wednesday , September 26 2018
below header
Home / Berita / Nasional / Korban First Travel Sempat Syukuran Sebelum Gagal Berangkat Umrah
Korban First Travel
Foto: detikcom

Korban First Travel Sempat Syukuran Sebelum Gagal Berangkat Umrah

Setelah dirawat selama kurang lebih 8 hari di RS Intan Husada Garut, Rokayah (67), warga Kampung Tegal Jambu Desa Pananjung Kecamatan Tarogong Kaler, akhirnya meninggal dunia, Kamis (24/08/2017). Ia adalah salah satu korban First Travel.

Keluarga mengatakan, Rokayah sakit karena menanggung malu setelah First Travel batal berangkatkan dirinya umrah. Sedangkan menurut diagnosa dokter, Rokayah menderita penyakit jantung.

“Ada rasa malu sama tetangga karena batal berangkat umrah, apalagi sudah sempat melaksanakan walimatus safar (syukuran) sebelum berangkat,” kata anak keempat Rokayah, Rahmat Rosadi (44) di rumah duka, Sabtu (26/8/2017), seperti dilansir kompas.com.

Rosadi menyebutkan, melalui dirinya, sang ibu daftar umrah di First Travel pada tahun 2015 lalu. Ibunya ketika itu, didaftarkan berangkat bersama dirinya.

Ada 8 orang di keluarganya yang batal berangkat umrah disebabkan kasus First Travel ini.

“Dijanjikan berangkat sebelum Puasa tahun ini, kemudian jadwalnya dimajukan dua hari, namun H-2 keberangkatan tiba-tiba ada pembatalan,” kata Rosadi.

Menurut Rosadi yang tinggal di kawasan Pal Merah Jakarta Barat, sebelum berangkat umrah, ibunya sempat melakukan selamatan di rumah dan langsung berangkat ke rumahnya di Jakarta menunggu pemberangkatan. Setelah di Jakarta dan gagal berangkat, ibunya sempat tidak mau pulang ke rumah karena malu.

“Lebaran juga di Jakarta, setelah ada pembatalan dibawa pindah-pindah saja ke rumah anak-anaknya ada yang di Banten dan di Jakarta,” ucapnya.

Hingga akhirnya sebut dia, sang ibu mau pulang ke rumah di Garut. Namun, tidak lama di kota ini, Rokayah sakit hingga harus dirawat di RSU dr Slamet Garut selama beberapa hari.

Setelah sempat sembuh beberapa lama di rumah ibunya kembali sakit dan dirawat di RS Intan Husada Garut hingga akhirnya meninggal dunia.

“Padahal, waktu akan berangkat sangat segar, semangat sekali, ini yang bikin saya sangat sakit hati,” kata Rosadi.

Semua keluarganya sepakat takkan membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan umrah setelah ibunya batalnya keberangkatan, dikarenakan takut sang ibu teringat kembali dan terus bersedih. Akan tetapi, kondisi kesehatan ibunya terus mengalami penurunan hingga akhirnya meninggal dunia.

Rosadi mengatakan, keluarganya selama ini selalu berusaha mengobati kekecewaan hati orangtuanya. Bahwa niatnya sudah diterima Allah subhanahu wa ta’ala sebagai kebaikan meski batal berangkat. []

About Yudi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

bottom