Thursday , August 24 2017
Home / Religi / Kisah Dua Pezina Yahudi Membohongi Nabi Muhammad
puasa enam hari di bulan syawal
Foto: Pixabay

Kisah Dua Pezina Yahudi Membohongi Nabi Muhammad

Bangsa Yahudi tak pernah bosan untuk berbuat jahat kepada umat Islam dengan melakukan berbagai fitnah, tipu daya, dan kejahatan lainnya. Salah satu tindakan bangsa Yahudi di zaman Rasulullah yang amat jelas buruknya ialah membohongi Nabi hanya untuk kepentingan pribadi mereka saja.

Bangsa Yahudi selalu memiliki banyak cara untuk menebarkan kebohongan dan kelicikannya demi kepentingan pribadi mereka saja. Ada satu kisah yang menceritakan bagaimana liciknya bangsa Yahudi demi untuk kepentingannya sendiri.

Dua pezina Yahudi suatu ketika pernah mencoba membohongi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam untuk meringankan hukuman mereka.¬†Kisah ini terjadi pada zaman Rosulullah SAW. Berikut ini kisahnya.

Kisah ini bermula dari dua pezina yang berasal dari bangsa Yahudi yang dihadapkan kepada Nabi Muhammad SAW. Pezina ini telah berupaya untuk membohongi Nabi yaitu dengan memanipulasi kitab Taurat yang berisi hukuman bagi seorang pezina agar mendapat hukuman yang lebih ringan dari hukuman yang seharusnya.

Kedua pezina ini yaitu laki-laki dan perempuan Yahudi, mereka sering melakukan perbuatan zina yang dilarang oleh agama karena dapat mendatangkan kemudharatan bagi keduanya. Tindakan kedua pezina ini telah diketahui oleh banyak orang dari bangsanya sehingga mereka melaporkannya kepada Rosulullah untuk memberikan hukuman kepada keduanya. Jika perbuatan zina ini dibiarkan saja maka akan mendatangkan banyak kemudharatan dan mencoreng kehormatan keluarga.

Akhirnya beberapa orang dari bangsa Yahudi menggiring kedua pezina ini kepada Rosulullah agar mendapat hukuman yang sesuai dengan perbuatannya. Setelah mendengar pernyataan akan kebenaran dari beberapa orang dari bangsa Yahudi maka Rosulullah bertanya kepada bangsa Yahudi seputar hukuman bagi pezina yang telah ditertulis dalam kitab Taurat yang mereka imani.

Baca Juga:

3 Azab Allah Bagi Seorang Pezina

Ketika Seorang Pezina Diberi Hukuman

Rosulullah sangat paham bahwa hukuman bagi pezina dalam kitab Taurat adalah hukuman rajam, tetapi beliau tetap menanyakannya kepada bangsa Yahudi sebagai bentuk kehati-hatian serta bentuk penghormatan untuk orang lain.

Nabi dibohongi dua pezina Yahudi dengan menerangkan bahwa hukuman bagi para pezina yaitu cambukan dan pukulan, tetapi Abdullah bin Salam menyanggahnya. Dia menjelaskan bahwa hukuman bagi pezina yang ada dalam kitab Taurat adalah hukuman rajam bukan hukuman cambukan atau pukulan yang disebutkan oleh seorang Yahudi tersebut.

Kedua orang ini tetap berpegang teguh pada pendiriannya sehingga mereka pun mengambil kitab Taurat untuk melihat kebenaran hukuman bagi seorang pezina. Setelah mengambil kitab Taurat, salah seorang Yahudi memiliki cara licik selanjutnya untuk menutupi kebenaran bahwa hukuman bagi pezina adalah hukuman rajam, yaitu dengan menutupi ayat yang berisi hukuman rajam dengan telapak tangannya sehingga Rosulullah hanya melihat ayat yang menerangkan hukuman bagi pezina saja bukan hukuman rajam.

Melihat hal itu, Abdullah tidak tinggal diam dan menyuruh bangsa Yahudi untuk mengangkat tangannya sehingga terlihat ayat dalam kitab Taurat yang menjelaskan bahwa hukuman bagi pezina adalah hukuman rajam.

Setelah tipuannya terbongkar, akhirnya dua orang pezina yang membohongi Nabi menutupi kelicikannya dengan membenarkan bahwa hukuman bagi seorang pezina adalah hukuman rajam bukan hukuman cambukan, pukulan, corengan muka, arakan atau yang lainnya.

Terlihat dari kisah di atas liciknya bangsa Yahudi dalam upaya meringankan hukuman yang harus mereka terima. Isi kitab Taurat banyak mereka ubah hanya untuk kepentingan dan kesenangan mereka saja. Hukuman rajam bagi seorang pezina telah diubah menjadi hukuman cambukan, pencorengan muka dengan menggunakan arang, mengarak pezina di atas keledai, dan masih banyak lainnya yang sejatinya hukuman tersebut lebih ringan dari hukuman rajam yang telah menjadi ketetapan Allah SWT.

Demikian kisah ini, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. []

Sumber: kumpulanmisteri.com

About Fajar Zulfikar

Cek Juga

bakti ulama, ulama

Bolehkah Menggunakan Orang Normal Sebagai Media Ruqyah?

Mereka mengundang jin yang diklaim sebagai penyebab penyakit yang seseorang derita tanpa mesti menghadirkan orang sakitnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *